INDONNESIANEWS (Sukoharjo)–Perayaan Anniversary ke-7 Komunitas Reog Ingsung Sukoharjo dimeriahkan dengan penampilan spektakuler dari 34 kelompok Paguyuban Reog dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta. Acara ini digelar di Taman Budaya Suryani, Sukoharjo, pada Jumat (13-6-2025) malam.
Puncak perayaan ditandai dengan pemotongan tumpeng di Pendopo Taman Budaya Suryani oleh pejabat Dinas terkait mewakili Bupati Sukoharjo, Hj. Etik Suryani, dan diserahkan kepada ketua penyelenggara. Hadir dalam acara tersebut Ketua Forum Budaya Mataram Surakarta, Dr. BRM Kusumo, SH., MH.
Penampilan serentak (obyok) dari 34 kelompok reog menampilkan keanekaragaman budaya dan kesenian Reog Ponorogo. Setiap kelompok membawakan 2-3 dadak merak dan berbagai tarian tradisional, seperti tari Bujang Ganong, tari Klono Sewandono, dan tari Warok.

Penampilan para peserta paguyuban reog memukau penonton dengan keindahan dan kekuatan seni reog. Ratusan undangan dan warga masyarakat yang hadir tampak antusias menyaksikan acara tersebut.
Sesepuh Komunitas Reog Ingsung Sukoharjo, Purwanto, berharap bahwa seni Reog Ponorogo dapat terus berkembang dan lestari di Sukoharjo. Saat ini, terdapat 36 kelompok paguyuban reog di Sukoharjo, jumlah yang meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya.
“Saya berharap seni reog Ponorogo di Sukoharjo dapat terus berkembang sehingga bisa lestari sampai akhir zaman,” ujarnya. Purwanto juga berharap bahwa komunitas reog dapat terus menjadi wadah bagi masyarakat untuk melestarikan budaya dan kesenian tradisional.
Sementara itu, Ketua Forum Budaya Mataram (FBM) Surakarta, Dr. BRM Kusumo Putro, mengapresiasi upaya pelestarian budaya melalui pementasan seni reog. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan luhurnya budaya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal.

“Kegiatan budaya melalui pementasan seni reog ini menunjukkan indahnya keberagaman budaya dan kebhinekaan di Indonesia,” ungkapnya. Dr. BRM Kusumo Putro juga menambahkan bahwa meski reog dikenal sebagai kesenian asal Ponorogo, namun di Sukoharjo, reog juga sangat dicintai dan digemari.
Dengan perayaan ini, Komunitas Reog Ingsung Sukoharjo menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya dan kesenian Reog Ponorogo di Sukoharjo. “Sebagai Ketua FBM, saya memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada pemerintah Kabupaten Sukoharjo, panitia, dan seluruh komunitas reog yang hadir pada malam ini,” tandas Dr. BRM Kusumo Putro.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. BRM Kusumo Putro juga mengucapkan selamat ulang tahun ke-7 Ingsung Sukoharjo. “Semoga tetap jaya dan lestari dalam menjaga warisan budaya bangsa. Dengan demikian, perayaan anniversary ke-7 Komunitas Reog Ingsung Sukoharjo diharapkan dapat menjadi momentum untuk terus melestarikan budaya dan kesenian tradisional di Sukoharjo,” ungkapnya. (Oe)








Komentar