oleh

Menepis Tudingan Lambat Pelimpahan Kasus TPPU Eks Manager Persis Solo, Kajari Solo Sebut Waktunya Hanya 20 Hari

INDONNESIANEWS (Solo)–Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Solo menepis tudingan bahwa mereka lambat dalam melakukan pelimpahan ke Pengadilan Negeri (PN) terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Kasus yang menjerat mantan manajer Persis Solo, Waseso itu dilimpahkan sekitar sepekan usai pelimpahan tahap 2 dari Penyidik Satreskrim Polresta Solo ke pihak Kejari.

“Terkait pelimpahan, itu kan kewenangan di Penuntut Umum (JPU-red). Ketika menerima pelimpahan (tahap 2), kewajiban kami kan melimpahkan (ke Pengadilan), itu kan gak sampai sepekan lho sudah kami limpahkan,” terang Kepala Kejari Kota Solo, DB Susanto saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (19-3-2024).

Menurutnya, justru pelimpahan yang dilakukan pihaknya dinilai cepat. Hal ini didasarkan, bahwa pihak Kejari memiliki batas waktu penahanan selama 20 hari.

“Kalau dalam kasus tersebut, pelimpahan barang bukti dan tersangka dilakukan pada Kamis (29/2/2024). Lalu, pihaknya melakukan pelimpahan pada Kamis (7/3/2024). Artinya, sepekan sudah kami limpahkan ke Pengadilan. Padahal, kami memiliki waktu hingga 20 hari pasca pelimpahan tahap 2,” jelas DB Susanto.

Namun, berdasarkan ketentuan biasanya pihak Kejari memiliki waktu maksimal 2 pekan atau 12 hari. Ini dilakukan untuk memberikan kelonggaran waktu bagi Pengadilan untuk memproses berkas kasus sebelum waktu penahanan berakhir. “Tapi, yang kemarin itu tergolong cepat,” ujarnya.

Disinggung mengenai pelimpahan pihak Kejari ke Pengadilan usai munculnya putusan Pra Peradilan, DB Susanto dengan tegas mengatakan, hal itu sama sekali tidak ada relevansinya.

“Ini sudah berdiri sendiri. Pra peradilan itu kan hak nya pemohon (terdakwa Waseso-red). Kami kan punya kewenangan pelimpahan dari penyidik. Malah kami gak tahu hal itu, kami fokus pelimpahannya,” jelasnya.

Sebelumnya, pengacara korban atau pelapor, Romi Habie menegaskan, pelimpahan yang dilakukan oleh pihak Kejari Solo dinilai lambat. Pasalnya, pelimpahan kasus TPPU ke Pengadilan itu, pasca munculnya putusan Pra Peradilan yang dimenangkan oleh Waseso.

“Kenapa, pasca penyidik melakukan pelimpahan tahap 2 pada hari Kamis (29/2/2024) tidak segera dilimpahkan ke Pengadilan. Sehingga, pada Senin (4/3/2024) muncul putusan Pra Peradilan yang dimenangkan pemohon. Sedangkan, Kejaksaan baru melimpahkan pada Kamis (7/3/2024). Artinya, pasca munculnya putusan pra peradilan tersebut buat apa lagi dilimpahkan?,” tandas Romi.

Disisi lain, persidangan perdana kasus dugaan TPPU tersebut telah mulai digelar di PN Kota Solo pada Rabu (13/3/2024) pekan lalu.

Rencananya, besok pada Rabu (20/3/2024) sidang yang menyeret mantan manajer Persis Solo itu akan kembali digelar dengan agenda eksepsi dari terdakwa. (Bud)