oleh

Malam Pertama Ramdhan, Ribuan Umat Islam di Solo Lakukan Sholat Tarawih Berjamaah di Masjid Sheikh Zayed

INDONNESIANEWS (Solo)–Malam pertama puasa Ramadhan 1445 Hijriyah, ribuan umat muslim di Solo dan luar Kota Solo, mengikuti sholat Tarawih berjamaah, di Masjid Raya Sheikh Zayed Al-Nahyan, di Kampung Gilingan, Banjarsari, Solo, Senin (11-3-2024).

Sejak di resmikan 22 November 2022 Silam, oleh Presiden Jokowi dan Persatuan Emirat Arab (PEA) Mohamed Bin Zayed Al-Nahyan, Masjid Sheikh Zayed, telah menjadi destinasi religi favorit di Solo. Setiap harinya ribuan pengunjung dari Solo dan luar Kota Solo berdatangan untuk melihat kemegahan masjid yang mampu dibangun dengan biaya ratusan milyar.

Seperti halnya ramadhan kali ini, pengunjung tumpah ruah, mereka tidak hanya bermaksud melihat kemegahan masjid yang mampu menampung 10ribu jemaah itu tapi juga ikut beribadah sholat fardhu dilanjutkan sholat tarawih berjamaah.

Dari pantauan pengunjung sendiri sudah terlihat sejak sore hari. Mereka datang menggunakan mobil kendaraan plat Solo raya AD, dan banyak jiga plat nomor luar kota Solo, seperti Yogyakarta, Jawa Timur, Bandung dan lainnya.

Seperri biasa sebelum masuk komplek masjid termegah di Solo raya tersebut, pengunjung harus meletakkan barang bawaan ke alat pemindai x ray di pintu utama sisi timur. Setelan itu baru pengunjung diperkenankan masuk ke komplek masjid yang dibangun untuk menunjukkan hubungan baik antara Indonesia dan PEA.

Sembari menunggu Maghrib, banyak dari pengunjung yang melihat lihat hingga berfoto dengan latar masjid Sheikh Zayed.

Setelah terdengar adzan baru mereka menghentikan aktifitas untuk mengambil air wudhu untuk kemudian melakukan sholat magrib berjamaah. Usai sholat fardu 3 raka’at tersebut, pengunjung menuggu Hingga sholat isya.

Yang menarik mendekati sholat Isya jamaah semakin bamyak. Demikian juga saat mendekati sholat tarawih jamaah semakin bamyak memasuki masjid yang memiliki arsitektur seperti masjid Sheikh Zayed di PEA.

Saat sholat Tarawih dimulai kondisi masjid bahkan hampir penuh. Kondisi di saf wanita yang ada di lantai 2 juga sama hingga menyebabkan sebagian jemaah wanita ditempatkan di sisi Utara dari jemaah laki-laki.

Sementara itu menurut Direktur Masjid Sheikh Zayed, Munajat, di hari pertama sholat Tarawih, untuk imam sholat Isya di pimpin Imam dari Indonesia, sedangkan Imam sholat tarawih oleh Imam dari PEA yang sedang ditugaskan di Solo, Indonesia.

Selama Ramadhan kata Munajad ada 7 Imam dari PEA yang akan bertugas di Masjid Sheikh Zayed hingga berakhirnya bulan suci Ramadhan. “Jadi 5 hari kedepan mulai malam ini tadi sudah datang syech Ahmed Ariyami, akan di sini (Masjid Sheikh Zayed) 5 hari terus nanti diganti Imam yang lain sampai akhir Ramadhan, Insya Alloh ada sekitar 7 imam dari Emirat Arab,” ujarnya.

Sementara itu untuk pelaksanaan sholat Tarawih untuk jumlah rakaat tambahnya menggunakan 23 rakaat (20 raka’at plus witir).

Yang menarik dan berbeda dari tahun sebelumnya kata dia saat sesi ceramah agama atau Kultum usai sholat Isya, akan ada Quiz bagi jema’ah. Dan bagi yang berhasil menjawab akan diberikan hadiah menarik. “Hadiahnya macam-macam mulai makanan, barang hingga uang,” tutur Munajad.

Dijelaskannya tujuan adanya hadiah tersebut salah satunya agar masyarakat rajin beribadah.

Sementara itu untuk buka puasa pertama kata Munajad lagi, pihak panitia setiap harinya menyiapkan 7ribu nasi kotak kepada pengunjung., ada menu pembuka dan utama.

“Menu pembuka ada 9 jenis, es cendol dawet, kolak pisang, burjo. Ada berbagai jenis es buah dan kolak,. Baru setalah itu menu berat, nasi dan menunya,” paparnya.

Untuk tenda panitia kata Munajad menyediakan 3 jenis tenda. Tenda pertama tenda famili, tenda laki-laki dan tenda wanita. “Ini kita untuk pertama menyediakan tenda keluarga agar yang membawa anak usia 10 tahun ke bawah,. “Agar keluarga lebih hangat sama seperti berbuka di rumah tetap bersama, katanya.

Yang berbeda lagi jelas Munajad saat berbuka puasa juga terbuka bagi mereka yang tidak berpuasa atau umat agama lain. “Menunjukkan ini lo bahwa umat Islam merupakan agama yang membawa kemaslahatan, Rahmatan lil alamin bagi pemeluk agama lain,” kata dia. (Oe)