oleh

Baznas Klaten Khitan 206 Anak, di Masjid Raya Klaten

INDONNESIANEWS (Klaten)–Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Klaten, menggelar khitanan masal, di Masjid Raya Klaten, Selasa (19-12-2023).

Bupati Klaten Sri Mulyani, berkesempatan melihat langsung kegiatan tersebut di dampingi Ketua Baznas Klaten KH Muklis Hudaf.

Orang nomor  1 di Klaten itu bahkan terlihat menghibur beberapa anak yang menunggu giliran untuk dikhitan. “Santai jangan tegang ngga sakit kok,” ujar Sri Mulyani.

Sementara itu menurut Ketua Baznas Klaten, Mukhlis, kegiatan itu diikuti sebanyak 206 anak dari berbagai tempat di Klaten.

Untuk tahun ini kata dia terjadi penurunan jumlah anak yang dikhitan. Dimana tahun lalu jumlah anak yang dikhitan ada sebanyak 250 orang anak. Penurunan jumlah tersebut disebabkan, karena banyaknya lembaga-lembaga pendidikan dan ormas yang mengadakan kegiatan sama. “Karena banyaknya lembaga-lembaga pendidikan dan ormas mengadakan kegiatan sama kita cuma dapat 206 anak,” ujarnya

Sementara itu dana yang dipakai dalam kegiatan tambah dia bukan berasal dari dana zakat tetapi dari infaq, sedekah romadhon. “Jadi setiap Ramadhan kami bersama dengan Pemda dan pihak Kemenag mengadakan penghimpunan dana. Momentum yang sangat tepat dibulan Ramadhan. Alhamdulillah tahun ini kita dapatkan kurang lebih 500 juta dan kita gunakan salah satunya ini (khitanan),” tuturnya.

Dan bagi anak yang mengikuti acara khitan kata Mukhlis lagi, mendapatkan fasilitas berupa baju koko sarung kopiah dan uang sebesar 75ribu.

Menurut Mukhlis tujuan kegiatan itu yakni untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Islam, sebab dalam Islam seorang anak diwajibkan sholat dan tidak sempurna kalau tidak khitan. “Kalau tidak khitan ada sesuatu yang tersisa, itu kalau sholat tidak syah karena ads najiz. Karena itu bagi orang Islam sudah di khitan. Kenapa diusia kecil karena ada hadist Nabi perintahkan anakmu saat sudah berusia 7 tahun untuk sholat. Tapi kalau 10 tahun belum sholat pukulah dia dengan pukulan membuat dia jera,” paparnya.

Untuk melancarkan kegiatan tersebut pihak Baznas kata Mukhlis melibatkan puluhan tenaga medis dari 3 rumah sakit di Klaten, yakni RSUD Bagas Waras, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten dan RS Islam Klaten. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *