oleh

Meriah Pertunjukan Seni Hadroh Dan Reog Yang Digelar Bumdes Sidowayah Polanharjo Klaten

INDONNESIANEWS (Klaten)–Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) desa Sidowayah Kecamatan Polanharjo, Klaten, menggelar acara Hiburan rakyat pentas reog & seni budaya, di parkir utara wisata Umbul Kemanten, Sidowayah, Senin (13-11-2023).

Acara itu dimeriahkan kelompok musik seni Hadroh Nurhidayah dari desa Sidowayah dan Reog Singo Mudo, dari dukuh Krapyak desa Keprabon Kecamatan Polanharjo.

Kegiatan itu dihadiri Camat Polanharjo Joko Handoyo, Kapolsek Polanharjo, AKP Nurwadi, Danramil 15/Polanharjo Kapten Inf Ghofar Afrozi, dan Kades Sidowayah, Mujahid, pengurus Bumdes Sidowayah dan lainnya.

Acara sendiri dimulai pukul 13.00 WIB, dengan penampilan kelompok musik seni Islam Hadroh, oleh ibu-ibu dari desa Sidowayah. Selama hampir 1 jam mereka menghibur masyarakat dan pengunjung lokasi wisata Umbul Kemanten dengan lagu-lagu bernafas Islam.

Usai dilanjutkan seremonial, sambutan dari Kades Sidowayah Mujahid. Menurut dia hiburan (Hadroh dan reog-red) tersebut murni untuk masyarakat Sidowayah dan sekitarnya.

Dimana kata orang nomor 1 di desa Sidowayah itu, para penampil berasal dari warga yang memiliki potensi, seperti kelompok musik seni Hadroh, pencipta lagu, kelompok kesenian reog dan masih banyak lainnya.

“”Seluruh potensi-potensi yang ada, kados Hadroh, ada master pak Yandi pencipta lagu Sidowayah,” ujarnya.

Sementara Camat Polanharjo Joko Handoyo, mengatakan pertunjukan seni reog yang digelar sebagai bentuk upaya nguri-uri (melestarikan) budaya Jawa. Melestarikan kesenian yang ada terutama di tempat wisata.

Sehingga terkait dengan kegiatan bisa diistilahkan sebagai atraksi wisata, “Salah satunya adalah untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang mana pada sore ini akan kita lakukan dengan Reog Ponorogo,” ujarnya.

Ditambahkan dengan dengan kehadiran para penampil dan penonton diharapkan bisa mempromosikan wisata yang ada di desa Sidowayah kecamatan Polanharjo, dan kepada masyarakat luas, agar lebih berkembang, lebih maju, lebih banyak pengunjungnya.

“Karena di Sidowayah ini ada beberapa tempat wisata ini salah satu untuk promosi wisata sehingga desa Sidoharjo dan Sidowayah nantinya bisa berkembang lebih maju,” tuturnya.

Usai sambutan dilanjutkan dengan pertunjukan kesenian Reog Ponorogo. Dalam pertunjukan awal seorang pemain reog menunjukkan kepiawaiannya dalam menguliti buah kelapa menggunakan mulut.

Setelah itu seorang peserta lain menunjukkan kehebatan yang membuat penonton ngeri dengan atraksi menggunakan senjata tajam. Terlihat seorang peserta reog menyatakan senjata tajam ke peserta lain namun tidak mempan atau menyebabkan luka dianggota tubuh.

Setelah itu penonton dihibur penampilan 2 reog Ponorogo. Meskipun reog berukuran besar namun dengan kepiawaiannya para pemain mampu melakukan atraksi seperti berguling-guling ditanah dan atraksi bentuk lainnya. Acara itu sendiri berakhir pukul 16.30 WIB. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *