oleh

Kuliner Srabi Notosuman Solo di Serbu Pemudik Lebaran Untuk di Makan Dan Oleh-oleh

INDONNESIANEWS (Solo)–Memasuki hari ketiga Hari Raya Idul Fitri tidak hanya tempat-tempat wisata saja yang banyak di kunjungi masyarakat atau pemudik tetapi tempat penjualan makanan (kuliner) khas juga ramai di datangi para pecinta kuliner.

Di Solo lokasi kuliner yang setiap lebaran besar tiba banyak menjadi jujugan warga atau pemudik musiman yakni Srabi Notosuman di jalan M. Yamin Serengan Solo.

Ada 2 Toko Srabi dengan nama sama yakni Srabi Notosuman di Jalan tersebut, yakni Srabi Notosuman Ny. Handayani dan Srabi Notosuman Ny. Lidia. Kedua pemilik memang masih bersaudara.

Sejak lebaran pertama Srabi Notosuman sudah banyak di datangi masyarakat baik warga asli solo dan pemudik lebaran yang sedang pulang kampung.

Untuk bisa mendapatkan makanan dengan cita rasa gurih, di Toko Srabi Notosuman yang berdiri sejak tahun 1923 tersebut, konsumen hari memesan 1 hari sebelumnya. Kalau tidak jangan harap pesanan anda di layani akibat banyaknya pembeli.

Sementara itu untuk harga Srabi Notosuman di Toko Ny Handayani, untuk Srabi Ori harga 2800/biji dan Srabi Coklat harga 3000/biji. 1 dos Srabi Ori (isi 10 biji) harga 28.000, 1 dos Srabi coklat (isi 10 biji) harga 30.000.

Kemudian 1 dos Srabi campus (5 biji biasa dan 5 biji coklat) harga 29.000, 1 dos Srabi Ori (isi 5 biji) harga 14.000, 1 dos Srabi coklat (isi 5 biji) harga15.000, 1 dos Srabi campur (iso 5 biji) harga harga 14.500.

Sementara di Toko Srabi Ny. Lidia harga Srabi 1 dos isi 10 untuk Varia putih harga 28.000, campur 29.000 dan coklat 30.000.

Sementara itu beberapa konsumen mengaku sudah menjadi rutinitas setiap mudik membeli Srabi Notosuman baik untuk di makan bersama keluarga maupun sebagai oleh-oleh saat kembali ke tempat perantauan.

Seperti di sampaikan itu Wati, warga Jakarta. Ia mengaku setiap pulang mudik ke rumah orangtuanya di Solo tidak pernah melewatkan untuk membeli makanan kesukaannya Srabi. “Suka karena rasanya yang renyah banyak varian rasa juga. Keluarga juga suka semua dengan Srabi Notosuman,” ujarnya.

Di tambahkan saat akan kembali ke tempat kerja di Jakarta ia biasa memesan sampai 20 dos Srabi Notosuman semua varian untuk di bagikan kepada tetangga dan teman kantor.

Hal serupa di sampaikan Andi, warga Solo yang bekerja di Surabaya. Iapun mengaku menjadi penggemar berat Srabi Notosuman sehingga pasti membeli baik untuk di makan bersama keluarga atau untuk oleh-oleh saat kembali ke Surabaya. “Rasanya ada yang ngga pas kalo belum makan Srabi Notosuman saat Pulkam lebaran,” tuturnya.

Asal Mula Terciptanya Resep Serabi Notosuman
Serabi Notosuman yang tersohor tidak hanya di Solo tetapi luar kota Solo awalnya dirintis oleh pasangan suami istri, Hoo Geng Hok dan Tan Giok Lan pada tahun 1923.

Tadinya pasangan suami istri ini seringkali menerima pesanan apem dari para tetangganya. Lama-kelamaan kelezatan resep apem dari pasangan suami istri ini semakin populer dan mereka pun mulai mengembangkan resep Srabi.

Dari resep serabi tradisional inilah bermula cikal bakal Serabi Notosuman yang kini dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Solo. Nama Serabi Notosuman sendiri diambil dari nama jalan Notosuman di Solo, yang kini sudah berganti nama menjadi Jl. Muh Yamin.

Resep Tradisional Hingga 4 Generasi
Sejak dirintis oleh Hoo Geng Hok dan Tan Giok Lan, kini kedai Serabi Notosuman sudah diteruskan oleh generasi keempat. Kualitas rasa dan bahan baku tetap diutamakan agar rasa serabinya sama seperti resep turun temurun yang diwariskan oleh sang buyut. Salah satu rahasia kelezatan Serabi Notosuman adalah penggunaan beras Cendani yang berkualitas dan sengaja ditumbuk sendiri untuk menjaga kualitas rasa, tekstur dan kebersihannya.

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan Serabi Notosuman sebenarnya biasa saja. Serabi Notosuman hanya menggunakan tepung beras, pandan, gula, santan, garam dan vanila.

Karena menggunakan bahan bahan alami tanpa pengawet, tak heran bila Serabi Notosuman ini hanya dapat bertahan selama 24 jam saja. Jadi harus bergegas memakannya agar kita bisa memperoleh citarasa khas yang lezat.

Apabila konsumen datang langsung ke Toko Srabi Notosuman juga bisa menyaksikan proses pembuatan Srabi oleh karyawan.(*/Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *