oleh

Warga Desa Pabelan Kertasura Sukoharjo Ikuti Pembinaan Kadarkum

INDONNESIANEWS (Sukoharjo)–Pemerintah Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah menggelar kegiatan Pembinaan Keluarga Sadar Hukum, di Desa Pabelan Kecamatan Kertasura Sukoharjo, Kamis (16-3-2023).

Ada 3 pembicara dalam acara tersebut yakni hakim di PN Sukoharjo
Ari Prabawa, Kasie Tindak Pidana Umum Kejari Sukoharjo Riyal dan Binmas Polres Sukoharjo Iptu Sumardi.

Pembicara pertama Ari Prabowo, membawakan materi berjudul Undang-undang Nomor 22 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Menurut hakim di PN Sukoharjo defisit KDRT adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis dan atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup RT.

Dimana bentuk-bentuk KDRT bisa berupa kekerasan secara fisik, kekerasan psikis/emosi, kekerasan seksual dan penelantaran rumah tangga, “Kekerasan fisik perbuatan yang menimbulkan rasa sakit, jatuh sakit atau luka berat. Seksual pemaksaan hubungan seksual, psikologis menumbuk rasa sakit dan penelantaran RT suami tidak menafkahi keluarga atau istri tidak mengurus anak”, ujarnya.

Di tambahkan dari data kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kasus KDRT tahun 2022 hingga bukan Oktober sebanyak 18.261 kasus. Dimana 79,5% di alami perempuan dan 20,4% di alami laki-laki.

Apabila mengalami KDRT tindakan hukum tindakan hukum yang bisa dilakukan, korban berhak melaporkan secara langsung kekerasan dalam rumah tangga kepada kepolisian baik di tempat korban berada maupun di tempat kejadian perkara dan korban dapat memberikan kuasa kepada keluarga atau orang lain untu melaporkan KDRT kepada pihak kepolisian baik di tempat korban berada maupun di tempat kejadian perkara.

Sementara untuk mencegah dan menghindari KDRT menurut Ari Prabowo ada 4 cara, pertama mempelajari dan memahami ilmu agama dan hukum, memahami hak dan kewajiban sebagai orangtua, suami, istri dan anak, hindari emosi berlebihan dan lakukan komunikasi yang baik antar keluarga, “Apabila 4 cara itu di perhatikan InsyaAllah KDRT bisa di hindarkan”, tegasnya.

Sementara pembicara kedua yakni Kasie Tindak Pidana Umum Kejari Sukoharjo, Riyal membawakan materi berjudul Undang-undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Menurut Riyal ada banyak bentuk kekerasan seksual, diantaranya pelecehan seksual nonfisik, pelecehan seksual fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi dan lainnya.

Korban yang mengalami kekerasan seksual memiliki hak atas penanganan berupa layanan hukum, penguatan psikologis, kesehatan (pemeriksaan, tindakan, dan perawatan medis) layanan dan fasilitas sesuai kebutuhan, penghapusan konten bermuatan seksual.

“Korban juga memiliki hak pemulihan berupa rehabilitasi medis, rehabilitasi mental dan sosial, pemberdayaan sosial dan restitusi dan atau kompensasi dan reintegrasi sosial”, ujarnya.

Sementara itu pemateri ke 3 Binmas Polres Sukoharjo Iptu Sumardi, membawakan materi tentang Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi.

Menurut Iptu Sumardi Pornografi merupakan sketsa, gambaran, foto, goresan pena, atau bentuk lain melalui aneka macam bentuk media komunikasi serta atau pertunjukan pada muka umum, yang memuat pencabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar tata cara kesusilaan.

Bahaya’pornografi diantaranya terjerumus dalam kemaksiatan seksual (onani/masturbasi). “Secara medis, onani disebut juga sebagai melakukan tindakan mekanis terhadap kelamin”. Tindakan ini bisa membuka kulit kelamin jadi rusak dan menjadi awal masuknya bibir penyakit. Dalam taraf yang lebih parah, lecet bisa menjadi borok atau dinamakan penyakit ulkus bunal”, ujarnya.

Sementara itu menurut Kades Pabelan Sri Handoko kegiatan Pembinaan Kadarkum tersebut merupakan program Pemkab Sukoharjo.

Mudah-mudahan dengan kegiatan tersebut Pabelan semakin sadar hukum, “Mudah-mudahan tidak ada pelecehan, tidak ada KDRT dan tidak ada pornografi”, ujarnya. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *