oleh

Kokohkan Manajemen Keuangan Sekolah, JSIT Jawa Tengah Gelar Workshop & Pendampingan Membangun Sistem MKS

INDONNESIANEWS (Semarang)-Mengokohkan manajemen keuangan sekolah utamanya di Sekolah Islam Terpadu, Bidang Kelembagaan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Tengah, menggelar Workshop dan Pendampingan Membangun Sistem MKS (Manajemen Keuangan Sekolah).

Workshop dan Pendampingan Sesi 1 dilaksanakan Sabtu-Ahad, 4-5 Maret 2023 di Bina Insani Educational Center (BEC) Jl. Tanjungsari No. 200 Sumurboto, Banyumanik, Semarang. Adapun Sesi 2 akan dilaksanakan 20-21 Mei 2023 mendatang.

Menghadirkan pemateri narasumber, Siswadi, ST., M.Ec.Dev. Peserta mendapatkan materi tentang Desain Organisasi Yayasan Pendidikan, Sistem Keuangan Sekolah, Sistem Penganggaran (Budgeting).

Selain itu peserta juga mendapatkan materi tentang Sistem Keuangan Korporasi, Kontrol Realisasi Anggaran, Mekanisme Pencairan Anggaran, LPJ Realisasi Belanja, dan Mendesain Kenaikan Gaji Guru.

Dalam sambutannya mewakili Ketua JSIT Jawa Tengah, Sekretaris Umum JSIT Jawa Tengah, Hananto Widhiakso, S.Pd. menyampaikan bahwa sekolah yang maju dan berkembang harus memiliki manajemen keuangan sekolah yang baik dan kuat.

“Kita terus beriktiar dan berproses bersama, menata dan mengokohkan manajemen keuangan di Sekolah Islam Terpadu (SIT) yang tergabung dalam JSIT Wilayah Jawa Tengah. Salah satunya dengan menyelenggarakan workshop ini,” ungkap Hananto.

“Ketika manajemen keuangan sekolah baik dan kuat, maka akan menunjang proses pendidikan dan pengajaran berjalan maksimal, dalam mewujudkan visi misi sekolah. Kesejahteraan guru juga akan semakin meningkat,”
harapnya.

Ketua Bidang Kelembagaan JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Suparlan Abdul Hakim, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan Workshop dan Pendampingan Membangun Sistem Manajemen Keuangan Sekolah ini dilaksanakan secara luring dan daring.

“Mempertimbangkan bahwa untuk membangun manajemen keuangan memerlukan waktu yang tidak singkat, maka workshop ini dilengkapi dengan pendampingan,” tutur Hakim.

“Workshop awal selama dua hari secara luring pada sesi 1 untuk pemahaman konsep. Pendampingan selama 4 bulan secara daring untuk penerapan pemahaman konsep, serta pendampingan jika ada kendala. Workshop akhir secara luring untuk evaluasi pelaksanaan dan penguatan,” pungkas Hakim. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *