oleh

Anggota DPRD Boyolali F-PKS H Ali Hufroni Sambangi Korban Angin Puting Beliung di Desa Donohudan

INDONNESIANEWS (Boyolali)–Seorang anggota DPRD Boyolali dari F-PKS mendatangi rumah warga korban angin puting beliung yang mengalami kerusakan paling parah di Dusun Menjing RT 1 RW 8 Desa Donohudan Ngemplak Boyolali, Senin (6-3-2023).

H. Ali Hufroni di temani Kades Donohudan, Rohmadi, mendatangi rumah bapak Agus Sukoco, yang saat ini sedang tahap renovasi pasca di terjang angin puting beliung 3 minggu lalu.

Memakai baju koko, bawah sarungan berpeci, kedua tokoh masyarakat tersebut membawa sendiri paket sembako, untuk di serahkan kepada bapak Agus dan istrinya yang menyambut di depan rumah mereka.

Sesaat kemudian anggota DPRD Boyolali F-PKS dan Kades Donohudan itu masuk untuk melihat kondisi bagian dalam rumah Agus Sukoco yang rusak parah akibat tersapu angin puting beliung. “Terpenting semua selamat, kita harus sabar dengan ketentuan Alloh,”, ujar Ali Hufroni menghibur hati pasutri tersebut.

Kepada korban, Ali Hufroni juga mengatakan bahwa saat peristiwa di pertengahan bulan Februari, ia tengah berada di luar Jawa untuk urusan dinas. Sekembali ia langsung melihat lokasi warga terdampak angin puting beliung baik di Desa Donohudan atap Desa Pandeyan yang hanya bersebelahan untuk memberikan bantuan.

Sementara itu terkait biaya renovasi rumah rusak, ia akan mengkoordinasikan hal tersebut kepada pihak terkait karena memang ini tanggung jawab Pemkab Boyolali, “Akan saya koordinasikan dulu dengan dinas terkait, termasuk kalau ada korban yang belum dapat bantuan”, paparnya.

Sementara itu Kades Donohudan Rohmadi mengucapakan berterima kasih pada anggota Legislatif H Ali Hufroni atas kepeduliannya kepada warga korban angin puting beliung di Donohudan.

“Semoga di 2024 bisa terpilih kembali agar bisa menjadi anggota legislatif lagi dari aspirasi warga Donohudan khususnya, sebab kinerjanya selama ini bermanfaat dan menguntungkan  Donohudan”, ujarnya.

Pada bagian lain korban angin puting beliung Agus Sukoco mengatakan sampai saat ini baru mendapat bantuan 3 buah terpal dan uang dari BPBD dan PMI Boyolali, “Sejauh ini bantuan dari BPBD 2 terpal dan sembako, dari PMI 1 terpal dan uang 750ribu” ujarnya.

Terkait bantuan uang, yang di janjikan pemerintah daerah, menurut Agus sampai saat ini belum di terima. Ia mengaku baru di minta untuk membuka rekening yang nantinya di pakai untuk mentransfer uang bantuan.

Dari BPBD Boyolali kata Agus sempat menjanjikan bantuan uang untuk perbaikan rumah sebesar 25juta.

Karena belum ada bantuan, Agus memakai uang pribadi untuk merenovasi rumah sembari menunggu cairnya uang bantuan dari Pemkab Boyolali. “Ya terpaksa pakai uang sendiri dulu sambil nunggu uang bantuan cair”, paparnya.

Akibat kondisi rumah yang rusak parah, Agus bersama istri sempat mengungsi ke rumah anaknya di Boyolali. Namun kini keduanya sudah kembali dan tunggal di bagian rumah yang tidak rusak.

Selain mengakibatkan kerusakan parah pada bagian rumah, saat peristiwa cucu Agus bernama Yasmin yang masih duduk di kelas 6 SD mengalami luka-luka dan di bawa ke rumah sakit. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *