oleh

Pegiat Sosial Asal Solo Diah Warih Tak Mau Tergantung Konten Kreator

INDONNESIANEWS (Solo)–SOLO– Tak mau bergantung konten kreator, Diah Warih unggah pesan positif di medsos lewat karya sendiri.

Pegiat sosial asal Kota Solo, Diah Warih Anjari dikenal sebagai seorang Srikandi yang bergerak di berbagai bidang.
Bertemu dengan orang banyak, menjadikannya sebagai sosok perempuan dari Kota Bengawan yang dikenal luas, baik di Kota Bengawan maupun lingkup nasional.

Berada di tengah gempuran digitalisasi, lantas tak membuat Diah Warih canggung. Sebalinya, era digitalisasi pada perkembangan modern saat ini dilahapnya tanpa adanya kecanggungan.
“Adaptasi di era digital ini sangat menarik bagi saya. Sebagai perempuan, perubahan zaman harus kita ikuti, termasuk pada era digitalisasi modern saat ini,” tegas Diah Warih.

Baginya, perempuan memiliki peran dan potensi yang sangat besar dalam kemajuan bangsa Indoensia melalui transformasi era digital saat ini.

“Perempuan saat ini sudah tidak takut dengan perkembangan digital. Bahkan peranan perempuan Indonesia dalam perkembangan transformasi informasi di era digital sangat luar biasa,” urainya.
Pemilik perusahaan di berbagai bidang ini mengatakan, perkembangan era digital tidak membuat perempuan Indonesia surut dalam membangun bangsa dan negara.

Diah Warih sebagai pegiat sosial dikenal menyampaikan ungkapan positif dan optimisme di tengah perubahan zaman saat ini.

Pesan-pesan positif dan optimisme untuk bangsa dan negara itu disampaikan melalui desain digital yang setiap hari tersampaikan melalui kolega-koleganya yang tersebar di seluruh Indonesia.
Uniknya, sebagai Srikandi pegiat sosial dari Solo, Diah Warih mendesain pesan digital tersebut tanpa bantuan siapa pun atau dari konten kreator mana pun.

Pesan-pesan digital tersebut disampaikannya melalui status di WhatsApp, WhatsApp grup, YouTube, maupun Instagram milik pribadi maupun yayasannya.

Pegiat Sosial Diah Warih (Diwa). Foto Ist

“Setiap desain, pasti memiliki makna mendalam. Foto dan keterangan yang saya buat secara digital itu minimal sehari sekali saya buat. Paling lama satu desain 15 menit,” imbuhnya.

Kalimat-kalimat positif dan optimisme tersebut dirangkum dalam tanda pagar (tagar) #KataDiwa di akun instagram @katadiwa.

Adapun KataDiwa merupakan singkatan dari kata-kata Diah Warih (Diwa).
Nah mayoritas konten instagram ini berisikan motivasi untuk mencintai negara Indonesia dan berkarya sesuai bidang dan keahlian masing-masing.

Salah satu contohnya saat Diwa Warih bersama tim Diwa Foundation (Di-Fo) di Kabupaten Sumba Barat Daya mengajak anak-anak mecintai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dokumentasi kegiatan Diah Warih tersebut disampaikan ke kolega dalam sebuah desain digital yang sangat menarik. Ternyata, desain digital tersebut hasil karya dari Diah Warih.

“Saya ingin menyampaikan pesan positif ke seluruh penjuru negeri. Perempuan Indonesia itu hebat, perempuan Indonesia itu memiliki peran penting untuk negeri ini. Pesan-pesan tersebut dibuat dalam pesan digital karena saat ini adalah era digitalisasi modern,” pungkas Diah Warih Anjari. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *