oleh

Wisuda Tahfidz ke-6 SMAIT Nur Hidayah, Luluskan 13 Penghafal Al Qur’an 30 Juz

INDONNESIANEWS (Solo)–SMAIT Nur Hidayah menyelenggarakan wisuda tahfidz ke-6 bertajuk “Membumikan Al-Qur’an, Melanjutkan Generasi Robbani” pada Sabtu, 4 Februari 2023.

Bertempat di Swiss Bell In Hotel Solo, sebanyak 100 peserta mengikuti prosesi wisuda. Nampak 25 wisudawan dan 75 wisudawati mengikuti acara dengan sangat khitmad.

Dalam laporan pendidikan yang disampaikan oleh Muhammad Ihsan Fauzi, S.Si,.MM. selaku kepala sekolah, dari 100 peserta, 13 peserta diantaranya telah menyelesaikan 30 juz dan sebanyak 3 peserta berhasil mengujikan 30 Juz, yakni Ahmad Tsaqib Al Mufid, Reyvadilla Aulia Azzahra dan Naela Husna.

Hadir dalam acara ini Drs. H. Mu’alim, M.Pd.I. selaku kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo. Dalam sambutan yang disampaikan, beliau memberikan apresiasi kepada sekolah yang telah berhasil meluluskan para penghafal Qur’an.

“Kepada para wisudawan dan wisudawati kami mengapresiasi perjuangannya untuk mampu meraih hasil terbaik dan kami ucapkan selamat dan semoga istiqomah” Tambah Mu’alim.

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Dr. H. Wiranto, M.Kom.,M.CS. selaku ketua pembina yayasan Nur Hidayah. Beliau berpesan kepada para wisudawan untuk menjunjung tinggi Al Qur’an kemanapun dan dimanapun, karena degan demikian Allah akan menjunjung tinggi derajatnya.

“Wisuda bukanlah akhir dari berinteraksi dengan Al Quran, namun ada tugas yang menanti yaitu istiqomah dalam murojaah dan menambah hafalan bagi yang belum bisa meraih 30 juz. Selain hal tersebut yang patut dijaga adalah sholat tahajud yang mampu memberikan ketenangan dan kekuatan untuk tetap bersama Al Qur’an”. Tambah Wiranto

Suasana haru menyelimuti proses pemakaian serempang penghargaan kepada orang tua oleh para putra putri yang telah berhasil mengujikan 30 juz. Ibu Dra. Siti Fatkhul Jannah selaku wakil dari orang tua menyampaikan bahwa, moment wisuda ini membuat bangga dan haru, dikarenakan walau selama hampir 2 tahun sekolah terkena dampak pandemi, namun dengan perjuangan yang sungguh-sungguh, akhirnya anak-anak mampu untuk berprestasi di bidang Qur’an, bahkan ada yang mampu menyelesaikan 30 juz.

Pada akhir sesi, sebagai tadzkirah, disampaikan tausyiah oleh ustadz Muhammad Badawi sebagai pelopor Lembaga Tahfidz Griya Qur’an dan ustadzah Hanan Nasyita, LC, Al Hafidzah lulusan Al Azhar Kairo Mesir yang juga pengampu tahfidz di SMAIT Nur Hidayah.

” Keluarga adalah benteng utama dalam membentuk keluarga Qur’ani, sehingga perlu ada perencanaan dan tahapan-tahapan yang diterapkan untuk mendukung anggota keluarga bisa menjadi para penghafal Qur’an”. Ungkap Badawi

“Pemilihan sekolah juga sangat penting untuk bisa mengantarkan putra putri untuk bisa berada dalam lingkungan penghafal Qur’an, sehingga anak akan mempunyai motivasi dan semangat untuk terus menjadi para pecinta Qur’an”. Imbuhnya.

Sebagai perwakilan sosok pemudi, ustadzah Hanan menyampaikan, supaya tetap istiqomah dalam menghafal Al Qur’an dengan menempatkan posisi Al Qur’an sebagai sahabat.

“Salah satu kemu’jizatan Al Qur’an adalah ketika membacanya tidak pernah bosan. Semakin dibaca maka akan semakin cinta. Maka bila ada permasalah hidup, Al Qur’an adalah sebaik baik sahabat, yang mampu memberikan ketenangan hidup” Ujar Hanan.

Diakhir tausyiahnya, ustadzah Hanan juga memberikan tips kepada para peserta, bagaimana untuk tetap istiqomah maka bisa dengan membuat jadwal harian serta pandai memilih lingkungan. Tak kalah penting adalah bagaimana bisa menjaga hati, karena Al Quran adalah cahaya, sehingga cahaya tidak akan menembus hati yang pekat. (*/Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *