oleh

Mas Sul Meraup Cuan Besar Dari Usaha Kuliner Tahu Tek Telur Yang Di Geluti Selama 18 Tahun

INDONNESIANEWS (Solo)–Kota Solo sudah lama di kenal sebagai surga bagi para penikmat kuliner tanah air. Sebab ada banyak jenis kuliner di Kota Bengawan yang siap memuaskan lidah para pecinta kuliner khas Solo atau daerah lain.

Diantara beragam kuliner tersebut yakni Tahu Tek Telur. Terdapat seorang pedagang tahu tek telur yang telah eksis puluhan tahun, dialah Sulio warga perantau asal Wonogiri.

Di temui di tempat sehari-hari berjualan tahu tek telur, Mas Sulio yang di temani istrinya tampak sedang sibuk melayani pesanan pembeli.

“Saat jam makan siang memang selalu ramai pembeli tahu tek telur”, ujar bapak 2 anak ini.

Menurut Mas Sul (44 tahun) begitu ia biasa di sapa menceritakan awal memiliki usaha tahu tek telur saat ia bekerja sebagai karyawan di sebuah warung makanan jenis tersebut di Solo tahun 2004.

Sebagai karyawan tidak cukup hanya menyajikan ke pembeli tetapi Mas Sul juga mempelajari cara membuat tahu tek telur. Setelah tahu ilmunya setahun kemudian Mas Sul memutuskan untuk keluar untuk membuka usaha tahu tek telur sendiri.

Dengan modal awal 500ribu ia membuka usaha di trotoar jalan dokter Soetomo depan rumah dinas walikota solo yang saat itu di jabat Joko Widodo yang saat ini menjadi presiden RI.

Dengan memasang tenda bongkar pasang sederhana ia mengawali usaha tahu tek telur dengan branding “Tahu Telur Telur Mas Sul”.

Karena baru memulai usaha tentu saja usaha kuliner Mas Sul belum banyak di kenal konsumen sehingga jualan yang terjual baru sedikit. “Pada awal-awal usaha hanya laku 5-10.piring”, ujarnya.

Agar pembeli mau kembali untuk menikmati tahu tek telur racikannya saat itu selain mengutamakan cita rasa, Mas Sul memasang harga standard yakini 10ribi/porsi.

Berkat kesabaran dan kegigihannya, perlahan kuliner tahu Tek telur Mas Sul mulai di banyak di datangi pembeli baik berasal dari Solo hingga luar kota Solo.

Ramainya pembeli yang kemudian menjadi pelanggan di usaha kuliner Mas Sul otomatis ikut mendongkrak keuntungan. Karena mulai keteteran dalam melayani pembeli pria asal Pracimantoro Wonogiri ini lalu merekrut seorang karyawan wanita yang ia beri upah 1,5 juta perbulannya.

Setelah 14 tahun menjalankan usaha kuliner tahu tek telur di Jalan dr Soetomo, pada tahun 2019 sebelum pandemi Covid-19 dengan alasan kenyamanan ia lalu memindahkan usahanya tidak jauh dari tempat semula ke jalan Cipto Mangunkusumo, dengan mengontrak sebuah kios ukuran 4×6 meter sebesar 15juta/tahun.

Setelah di kenal dan memiliki pelanggan tahu tek telur sendiri Mas Sul mengaku sehari bisa menjual sampai 50 porsi (piring) tahu tek telur, “Saat weekend Sabtu dan Minggu bahkan bisa terjual sampain 70-80.porsi”, paparnya.

Ia sendiri menjual tahu tek dengan 3 harga berbeda, untuk tahu tek tanpa telur’di jual seharga 15ribu/porsi, dengan telur 17ribu/porsi dan tahu tek jumbo 20ribu/porsi.

Terkait kesuksesan menjalankan usaha kuliner tahu tek telurnya, Mas Sul mengaku rahasia ada racikan bumbu kacang dan petis yang di olah sendir. Sementara untuk bahan campuran seperti kecambah, tahu, telur dan lontong di olah dengan cara biasa.

Dari usaha yang di jalankan selama 18 tahun tersebut Mas Sul mengaku setiap bulannya mampu meraup keuntungan sebesar 18juta/bulan. Wah mantaf ya Gaes.

Sementara itu sejumlah pembeli mengaku sudah menjadi pelanggan karena kerap membeli Tahu Tek Telur Mas Sul. Beragam alasan di lontarkan mengapa menggemari Tahu Tek Telur buatan Mas Sul.

“Rasanya tahu teknya nikmat, bumbunya terasa sekali saat di makan”, ujar Tuti seorang karyawan swasta.

“Bumbu kacang dan petisnya seger, apalagi ada pilihan kalo mau pedas atau tidak tinggal pilih”, ujar Joko pelanggan lain yang mengaku sering mengajak anggota keluarga makan tahu tek. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *