oleh

Penyanyi Kondang Tantri dan Letto meriahkan Malam Mangayubagyo Muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah ke 48 di Editorium UMS

INDONNESIANEWS (Solo)–Menjelang pembukaan Muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah ke 48 Sabtu (19-11-2022) besok, panitia Muktamar menggelar Malam Mangayubagyo ke peserta dan pengggembira Muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah ke 48 di Editorium UMS, Jumat malam (18-11-2022).

Dalam acara itu di warnai pemberian penghargaan anugerah kebudayaan oleh Ketua Umum PP MuhammadiyahHaedar Nashir  kepada 3 maestro keroncong Solo masing-masing Waljinah, dan almarhum Gesang dan Didi Kempot

Ribuan peserta dan penggembira muktamar yang datang dari seluruh daerah tanah air mulai berdatangan sejak pukul 7 malam.

Acara sendiri diawali pembacaan ayat Suci Al Qur’an. Selanjutnya sambutan ketua Panitia Prof Sofyan Anif. Menurut rektior UMS ini malam Mangayubagyo merupakan sebuah jaminan untuk menggembirakan para tamu yang telah datang untuk Muktamar 48 di Surakarta. Mengingat, lokasi pembukaan Muktamar yang digelar di Stadion Manahan tidak mungkin mencukupi karena kapasitas maksimalnya hanya mampu menampung dua puluh ribu orang.

“Kemarin setelah kita identifikasi semua anggota Muktamar, kemudian undangan-undangan diluar penggembira yang kebagian itu hanya 2.000, itu juga mudah-mudahan tidak menimbulkan masalah. Yang jelas saya selaku ketua panitia banyak permintaan untuk minta undangan.” ujarnya.

Acara kemudian di lanjutkan dengan pemberian penghargaan Anugerah Kebudayaan kepada 3 maestro keroncong Solo. Pertama di dapuk ke panggung yakni Waljinah. Karena kondisi kesehatannys, ia harus di dorong dengan kursi roda untuk bisa sampai ke panggung.

Selanjutnya wakil dari Maestro keroncong almarhum Gesang dan almarhum Didi Kempot yang di wakili istrinya Putri.

Menurut Haedar Nasir Penghargaan kepada 3 maestro keroncong tersebut di lalukan atas jasanya mengenalkan dan memperjuangkan musik keroncong tidak hanya di dalam negri tetapi hingga manca negara. “3 senang musik keroncong tersebut sangat bersama dalam hal musik keroncong di dalam dan luar negeri’, ujarnya

Selain penghargaan anugerah kebudayaan, juga di serahkan dana pendidikan oleh Rektor UMS Prof Sofyan Anif kepada 3 maestro keroncong sebesar masing-masing Rp 20juta.

Setelah itu acara Mangayubagyo di lanjutkan dengan penampilan penyanyi keroncong cilik asal Klaten Arda. Arda yang juga merupakan anak angkat dari almarhum Didi Kempot tampil dengan lagu ciptaan almarhum yang berjudul Banyu Langit

Puncak dari acara di ramaikan dengan penampilan penyanyi kondang Tantri dan Leto. Kedua artis tersebut membawakan lagu-lagu mereka yang pernah hit seperti Kangen. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *