oleh

2 Oknum Perangkat Desa Penjual Tanah Kas Desa Gedangan Grogol Sukoharjo, Di Rekomenasikan Untuk Di Pecat

INDONNESIANEWS (Sukoharjo)–Dua oknum perangkat Desa Gedangan Grogol Sukoharjo Jawa Tengah, yang diduga menjual aset Pemdes Desa Gedangan berupa tanah kas desa (Persil 13o No 97) masing-masing Sekdes Abdurahman dan Bayan Kadus II Sri abadi sampai saat ini masih melenggang bekerja di kantor Desa Gedagan Grogol Sukoarjo.

Namun begitu kedua oknum perangkat desa Gedangan Grogol Sukoharjo yang berperilaku tidak terpuji tersebut segera di rekomendasikan untuk di pecat dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum. Kedua oknum tersebut telah menjual tanah kas desa seluas 2850 m2 sebesar Rp 450 juta, Rp 200 juta diantaranya sudah dinikmati dengan alasan sebagai uang fee makelar.

Menurut Kepala Desa Gedangan Srinoto, hingga Kamis (10-11-2022) 2 oknum perangkat desa masih masuk seperti biasa. Kedua perangkat tersebut masih bisa bekerja meskipun tersandung kasus penjualan aset desa karena karena belum ada SK sangsi berupa pemberhentian atau pemecatan, “Kemarin Rabu (9-11-2022) kami baru menerima surat rekomendasi yang berupa fisik hasil hearing 2 beberapa waktu lalu terkait raibnya tanah kas desa Gedangan dan tindakan kepada oknum perangkat desa dengan DPRD Sukoharjo”, ujarnya.

Hearing DPRD Sukoharjo bersama Perangkat Desa Gedangan Grogol Sukoharjo di ruang rapat DPrD Sukoharjo beberapa waktu lalu terkait hilangnya tanah kas desa yang di duga di jual 2 oknum perangkat Desa Gedangan. Foto Oedin

Dimana surat rekomenasi DPRD Sukoharjo tersebut berisi 2 point yakni pertama pemerintah Desa Gedangan segera mengupayakan pengembalian tanah kas desa tersebut atau mencari solusi terbaik atas permasalahan tersebut, dan point 2 tindakan Sri Abadi dan Abdurahman sudah melampai kewenangannya dan diberikan sangsi berat.

Ditambahkan setelah adanya surat rekomensasi dari DPRD Sukoharjo tersebut, Jumat (11-11-2022) ini, ia segera bertemu untuk berkonsultasi dengan Badan Permusyawatan Desa (BPD) dan Camat Grogol untuk meminta masukan baik cara untuk mengembalikan tanah kas desa yang di jual dan tindanakan berupa sanksi yang akan berikan kepada 2 oknum perangkat desa.

Menurut kades yang baru di lantik Januari 2022 lalu ini untuk tanah persil 130 no 79 milik desa Gedangan untuk mengembalikan tanah kas desa pihaknya telah bertemu dan oknum prangkat desa dan mengembalkannya dan apabila tidak bisa mengembalikan meminta ganti rugi.

Sementara itu Ketua BPD Desa Gedangan Mardiyono juga mengakui pihaknya telah menerima tembusan surat rekomendasi Dari DPRD Sukoharjo. Terkait rekomenasi tersebut untuk point pertama Pemdes Gedangan akan menempuh jalan kekeluargaan baik dengan oknum perangkat desa dan pengusaha yang membeli tanah kas desa, “Kesepakatan ini antara pengusaha dengan Pemdes Gedangan maupun BPD, nanti akan di legalkan di fasilitasi oleh DPRD Sukoharjo dengan akte notariat untuk langkah-langkah berikutnya kita proses sesuai peraturan yang berlaku”, ujarnya.

Namun tidak menutup kemungkinan apabila kesepakatan secara kekeluargaan tidak terjadi aau gagal tidak menutuup kemungkinan pihaknya akan menempuh langkah-langkah hukum selanjutnya dengan melaporkan kasus tersebut Kejaksaan tinggi semarang dan KPK.

Terkait rekomendasi point 2 terhadap oknum perangkat desa tambah Marjiono pihaknya akan melakujkan pendekatan kembali, “Kita sarankan nanti kedua oknum untuk bisa mundur tetapi kalau tidak berkenan kita ambil tindakan sesuai peraturan/perundang-perundangan dalam hal ini sangsi terberat adalah pemberhentian dengan tidak hormat”, paparnya.

Mardiyono juga mengaku akan melaporkan Kajari Sukoharjo ke Kejaksaan Tinggi Semarang atas dugaan pelanggaran kode etik jaksa, diantaranya mengintimidasi Pemdes Gedangan (kepala desa) dengan data yang tidak sah dan meminta pengusaha pembeli tanah kas desa untuk tidak berhubungan atau komunikasi dengan pemdes Gedangan. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *