oleh

Siaga Bencana Sibat Pajang Solo Gelar Pengukuhan dan Pelatihan

INDONNESIANEWS (Solo)–Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Pajang Surakarta, menggelar kegiatan Pelatihan & Pengukuhan Kampung Siaga Bencana (KSB) yg di adakan oleh Kemensos & Dinas Sosial Surakarta, di Kelurahan Pajang Surakarta, selama 2 hari Sabtu-Minggu (29-30/10/2022).

Kegiatan tersebut di gelar dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi, baik dalam bidang pengetahuan, keterampilan dan sikap
dalam penanggulangan bencana.

Hadir dalam kegiatan tersebut Arif Efendi dari Dinsos Jakarta, Ade Hermawan dinsos propinsi jateng, Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Dony Restu Nugroho, Wakil Ketua Haryana dan Penanggung jawab Slamet Widodo.

Dalam kegiatan Pelatihan & Pengukuhan Kampung Siaga Bencana (KSB) di gelar di 2 tempat untuk pengukuhan di kelurahan Pajang sementara Pelatihan di gelar di lapangan Pajang Surakarta.

Menurut Humas KSB KRH S Riohardoyo SIBAT
adalah salah satu forum pengurangan risiko bencana dalam kelurahan tangguh bencana yang mana SIBAT ini dibawah binaan dari PMI.

SIBAT berfungsi dan berperan sebagai pendamping sekaligus sebagai penggerak, pembimbing, penyuluh, dan motivator yang memobilisasi masyarakat dalam kegiatan/ upaya-upaya kesiapsiagaan bencana, penanganan dampak kesehatan, lingkungan dan masalah sosial lainnya maupun tanggap darurat di masyarakat.

“SIBAT juga berperan dalam upaya pemberdayaan kapasitas dan pengorganisasian masyarakat agar dapat mengambil inisiatif dan melakukan tindakan dalam meminimalkan dampak bencana yang terjadi di lingkungannya 24 dengan melakukan upaya pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim dalam upaya mewujudkan Kelurahan Tangguh Bencana”, ujarnya.

SIBAT memiliki tugas dan tanggungjawab diantaranya yakni Bertanggung jawab dalam menggerakan dan memobilisasi masyarakat dalam program-program mewujudkan Kelurahan Tangguh Bencana.

Melakukan sosialisasi penyadaran masyarakat tentang keluarga ke keluarga maupun masyarakat luas dalam berbagai forum/ kesempatan dan
bersama-sama dengan masyarakat melakukan pemetaan Kelurahan tentang tingkat kerentanan/ kerawanan, maupun pemetaan sumber daya.

Memberikan pelatihan/ penyuluhan kepada masyarakat dilingkungan tentang upaya-upaya kesiapsiagaan bencana, dampak kesehatan, lingkungan dan masalah sosial lainnya maupun tanggap darurat bencana seta sistem peringatan dini dan upaya-upaya mitigasi. (Rio)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *