oleh

Spiritual Muda Yang Bisa Melihat Hal Ghoib Sejak Kecil

INDONNESIANEWS (Klaten)–Dunia Spiritual atau supranautal atau hal-hal yang berbau ghaib umumnya  di lakoni seseorang yang sudah tua. Sehingga bila kemudian muncul anak muda yang melakoni hal-hal berbau ghoib tersebut merupakan sebuah ketidakwajaran.

Tentu ada alasan kenapa anak yang bisa disebut juga dengan istilah Indigo tersebut tertarik melakoni dunia yang umumnya di lakoni orang yang sudah cukup dewasa atau bahkan tua tersebut. Salah satu anak muda yang menyukai dunia mistis tersebut diantaranya yakni Nyimas Ajeng Gubithosari, yang masih berusia 25tahun.

Dara cantik kelahiran 22 September 1996 tersebut sudah memiliki tanda-tanda memiliki kelebihan atau indra ke 6 untuk melihat sosok gaib yang tidak di miliki orang lain sejak kecil. Menuru Sarjana Ekonomi  UNS ini, sudah sejak kecil  memiliki tanda-tanda memiliki kelebihan sampai ia duduk di bangku SMP tanda-tanda tersebut semakin kuat.

Menurut Ajeng saat itu ia mulai bisa mendeteksi keberadaan makluk astral atau ghaib di sekitarnya. Hal itu sempat di sampaikan kepada ayahnya, KPH Hartoyo, yang memang berkecimpung di dunia supranatual. Namun mungkin karena alasan masih kecil sehingga sang ayah tidak terlalu menggubris dan tidak mengajari anaknya terkait hal-hal gaib terlebih dahulu.

Sampai  ketika ia duduk di bangku kuliah Fakultas Ekonomi UNS Solo, ketika kos ia sering tidak bisa tidur karena merasakan ada hal gaib di sekitarnya. “Saya sampai harus panda kos 4 kali selama di Solo, karena merasa ada yang aneh dan saat di cek oleh ayah memang ada makhluk ghoibnya di kos yang saya tempati”, ujar Ajeng.

Bahkan yang membuatnya ketakutan saat menjadi penyiar sebuah radios swasta di Klaten, karena hari minggua ia harus bekerja sendiri. Saat itulah menurut Ajeng ia melihat penampakan makhluk ghoib. Hal itu kemudian di cerikan kepada ayannya. Mendengar cerita itu oleh KPH Hartoyo, Ajeng kemudian di bawa ziarah ke makam Sunan Kalijogo di Demak, Jawa Tengah.

Selama Demak menurut Ajeng banyak hal spiritual yang di ajarkan ayahnya seperti Puasa, Wirid dan mandi tengah malam. Setelah  sekitar 1 tahun mengasah spiritualnya di Demak ia kembali ke Klaten, dan sejak saat itu pula mulai ada yang meminta jasanya dalam hal supranatural. “Spiritual saya khusus ilmu qodam”, ujarnya.

Menurut ajeng dalam satu bulan minimal ia bisa menangani 10 klien yang menginginkan ilmu qodam ini. Menurut ajeng untuk orang yang berminat biasanya menghubunginya lewat hp, dan kemudian ia mengajak bertemu di suatu tempat. Saat bertemu itulah ia menyampaikan persyaratan bagi seseorang yang ingin memperolah qodam darinya.

Setelah semua deal termasuk biaya yang harus di keluarkan si klien, maka proses pemberian qodam di mulai. Tentu saja tidak bisa sembarangan untuk bisa mendapat qodam, sebab seseorang tersebut harus mau di bimbing melakoni spiritual berkali-kali. Untuk proses mengajari tersebut ujar Ajeng di lakukan di pantai Selatan Gunung Kidul Yogyakarta.

Setelah beberapa kali di tempat spiritualnya dan qodam yang di inginkan di peroleh, orang itu juga di beri cara bagaimana cara merawat dan menjaga qodam agar bisa memberikan dampak positif bagi seseorang yang memilikinya.

Menjurut Ajeng untuk qodam ia menawatkan ada 4 jenis qodam kepada klien. Harga qodam itu sendiri mulai 5 juta sampai 30juta. Selain itu untuk Qodam biasanya seseorang tidak bisa memaksakan menginginkan qodam tertentu meskipun menyanggupi untuk qodam yang harganya mahal, tetapi berdasarkan pribadi atau aura klien.

Qodam yang diberikan menurut Ajeng bukan berupa benda seperti batu kalung atau benda lainnya tetapi sosok ghaib yang akan mendampingi si pemilik. Qodam ini pula yang akan membisiki pemilknya apa yang harus di lakukan tentu saja hal positif agar pekerjaan atau tujuan yang di inginkan bisa tercapai.

Akibat aktifitas sibuknya itu menurut Ajeng menyebabkan ia jarang ada di rumah karena harus bepergian dan mengajari orang-orang yang menginginkan ilmu qodam.

Sementara itu ayah Ajen KPH Hartoyo mengakui bahwa anaknya sudah memiliki tanda-tanda memiliki kemampuan sepertinya untuk melihat hal ghaib sejak kecil. Saat itu menurut KPH Hartoyo kepada anak nomor 3nya itu, kalau senang  spiritual  ada yang harus di lakoni dan itu cukup berat untuk bisa sampai melihat hal qhoib. “syaranya cukup berat yakni puasa selama 1 tahun apa kamu melakoni dan anak saya menjawa mau”ujar KPH Hartono.

Setelah menyanggupi syarat anaknya mulai puasa selama 1 tahun namun harus di selingi setiap 7 hari berhenti. Selain itu yang cukup berat seusai sholat harus melakukan wirid selama 3 jam sehingga selama 24 jam harus melakukan 18 jam wirid. Untuk lebih mengasah kemapuan anaknya iapun lalu membawa ajeng ke padepokan Sunan Kalijogo Demak, untuk belajar spiritual.

Menurut KPH Hartoyo Alhamdulillah saat ini Ajeng sudah memiliki ilqu qodam seperti yang di inginkanya. Bahkan sudah banyak pejabat-pejabat yang meminta dibimbing spiritualnya untu mendapatkan qodam yang di inginkan. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *