oleh

Protes PT KAI Seorang Warga Donohudan Boyolali Dirikan Menara Bambu Samping Rel Bandara

INDONNESIANEWS (Boyolali)– Berlarut-larutnya persoalan jalan tanah Desa Donohudan Kecamatan Ngemplak Boyolali Jawa tengah yang di duga di serobot pihak PT KAI dalam hal ini Pengelola Proyek Kereta Bandara Solo-Bandara Adi Sumarmo Boyolali membuat warga mulai kehabisan kesabaran.

Sebagai bentuk ketidakpuasan dan protes seorang warga membuat menara dari bambu di samping rel kereta bandara.

Pandri seorang warga jebol mengaku sangat kecewa sebab menurutnya meskipun sudah pernah di lakukan pertemuan dengan sejumlah pihak yang berkepentingan untuk membahas tanah yang di duga di serobot proyek bandara di Balai Desa Donohudan beberapa waktu lalu namun sampai saat ini belum.ada titik terang penyelesaian.

Kereta Bandara Solo-Bandara Adi Sumarmo Boyolali. Foto Ist

Karena itu ia mendirikan menara bambu sebagai bentuk protes dan menarik perhatian PT KAI untuk menyelesaikannya persoalan dengan warga yang merasa di rugikan.

Menurut Pandri jalan desa yang di serobot pihak proyek kereta bandara di dusun khusus di Dusun Jebol dan dusun Tegalan Desa Donohudan mencapai hingga 400 meter.

Sementara itu dari pihak Pemerintah Desa Rohmadi sebagai Kepala Desa mengaku hanya menjembatani antara warganya dengan pihak proyek Kereta Bandara. “Sudah sekali di lakukan pertemuan tapi belum mendapat titik temu”, ujarnya

Rohmadipun berharap persoalan itu tidak berlarut larut karena justru akan mengganggu kedua pihak baik warganya dan juga PT. kAI.

Sementara itu pengelola proyek Kereta Bandara Renaldy saat di hubungi belum merespon pertanyaan yang di ajukan. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *